Beranda > Bid'ah > Contoh – contoh bid’ah dalam adzan

Contoh – contoh bid’ah dalam adzan

Perbuatan tertolak (bid’ah) yang pertama : Ta’awwudz dan basmalah sebelum adzan

Panitia tetap ditanya tentang ta’awwudz dan basmalah sebelum adzan. Maka jawabannya : Kami tidak mendapatkan dasar hukumnya yang menunjukkan ta’awwudz dan basmalah sebelum adzan adalah masyru’ (disyariatkan). Tidak hanya berkenaan dengan pelantun adzan atau orang yang mendengarkannya. Telah jelas dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bahwa beliau bersabda :

“Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintah (syariat) dari kami, maka amalan itu tertolak” (Muslim)

“Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang tidak ada dalil didalamnya, maka ia tertolak” (Bukhari dan Muslim)

Hanya disisi Allahlah taufik. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

(Al Lajnah Ad Daimah li Al Buhuts Al Ilmiyah wa Al Ifta)

Perbuatan tertolak (bid’ah) yang kedua : Shalawat dan salam atas Rasulullah sebelum adzan

Lajnah Ad Daimah tetap mengatakan bahwa shalawat dan salam atas Rasulullah sebelum adzan dan demikian pula setelahnya dengan suara keras adalah bid’ah dalam agama. Telah jelas dari sabda Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam

“Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintah (syariat) dari kami, maka amalan itu tertolak” (Muslim)

“Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang tidak ada dalil didalamnya, maka ia tertolak” (Bukhari dan Muslim)

Hanya disisi Allahlah taufik. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

(Al Lajnah Ad Daimah li Al Buhuts Al Ilmiyah wa Al Ifta)

Perbuatan tertolak (bid’ah) yang ketiga : Penggunaan bedug sebelum adzan untuk menginformasikan kepada semua orang bahwa waktu shalat telah sangat dekat

Soal : Masjid di filiphina dan beberapa negeri lain menggunakan beudg lalu disusul dengan adzan untuk menyeru semua orang guna melaksanakan shalat. Apakah yang sedemikian itu diperbolehkan Islam?
Jawab : Bedug dan sejenisnya adalah peralatan untuk bermain-main, maka tidak boleh digunakan untuk menginformasikan kepada orang tentang tibanya waktu shalat atau dekatnya waktu pelaksanaan shalat. Semua itu adalah bid’ah yang haram hukumnya. Yang wajib adalah agar mencukupkan dengan adzan yang telah ditetapkan oleh syariat. Telah dijelaskan oleh Nabi Shallallahu’alaihi wasallam :

“Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang tidak ada dalil didalamnya, maka ia tertolak” (Bukhari dan Muslim)

Dan juga hadits yang diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu’anhu, ia berkata :
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam memberikan nasehat kepada kami dengan nasehat yang sangat baligh. Sehingga menjadikan mata berkaca-kaca dan hati bergetar. Maka kami katakan, ‘Wahai Rasulullah, sepertinya ini adalah nasihat perpisahan, maka berwasiatlah kepada kami!’ Maka beliau bersabda, ‘Aku berwasiat kepada kalian semua untuk taqwa kepada Allah dan untuk selalu taat sekalipun amirmu adalah seorang budak Habasyi. Sesungguhnya barangsiapa di antara kalian yang hidup setelahku, maka ia akan menyaksikan perbedaan pendapat yang sangat banyak. Maka hendaknya kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah khulafa ar Rasyidin yang berpetunjuk. Berpegang teguhlah kepadanya, dan gigitlah ia dengan gigi geraham . Jauhilah oleh kalian semua perkara baru, Dan sesungguhnya semua bid’ah itu sesat.” (Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Hanya disisi Allahlah taufik. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

(Al Lajnah Ad Daimah li Al Buhuts Al Ilmiyah wa Al Ifta)

Categories: Bid'ah
  1. Jamaludin bin Mohammed Harits
    17 Maret 2007 pada 10:01 pm | #1

    bagaimana dengan jawaban adzan assolatukhoirum minan nauum
    ————-
    Setahu ana jawaban adzan itu sama dengan lafadz adzannya, jadi kalo asholatu khairum minan naum
    menurut sebagian ulama jawabannya adalah lafadz itu juga. Kecuali Hayya ‘alash sholah dan Hayya ‘alah falah.

    Wallahu a’lam

  2. joesatch
    27 Maret 2007 pada 12:27 am | #2

    kalau teknologi yang bajakan, bagaimana hukumnya?
    —————
    mungkin jawabannya bisa anda lihat di sini
    http://antosalafy.wordpress.com/2007/03/26/bolehkah-kita-membajak-program-komputer/
    Mudah-mudahan bermanfaat

  3. ahlussunnah
    8 September 2007 pada 8:54 pm | #3

    apakah di adzan shubuh itu ada lafadz
    assholatu khairum-minan naum???
    jazakalloh…

    —————-

    Setahu ana, lafadz tersebut dibaca ketika adzan pada sepertiga malam saja.
    Untuk mengetahui yang lebih luasnya, ahsan tanyakan ke ustadz saja akh… jangan sama ana.

    jazakallahu khairan

  4. ahlussunnah
    12 September 2007 pada 1:21 pm | #4

    ass.
    maaf mungkin komment ini tdk nyambung…
    saya adalah seorang pelajar berusia 16 thn .,.,.
    sekarang saya menghadapi kebingungan tntang yang mana yg harus saya ikuti dlam beragama.,.,.,

    di sekolah saya aktif rohis dan disana pun ada yang namanya liqo.,.,
    apakah liqo itu benar sesuai al-Quran dan assunnah.,.,.,.
    sebab mereka sepertinya bangga dengan ikhwanul muslimin dan membenci kaum salafy,.,.,
    dan ada perasaan galau dalam hati saya ketika ikut liqo,.,.,.,

    jamaah tabligh pun pernah saya ikuti ,.,.ya tapi sama selalu saja ada perasaan galau di dalam hati saya.,.,.,.

    saya tidak tahu saya di kubu mana.,.,.,,..,.,
    ada yng bilang bahwa baik salafy maupun tabligh atau yang lain2 itu adalah bid’ah krn kita umat islam seharusnya ada dalam satu naungan????.,.,.,….,,,,,,

    apakah ahlussunnah = salafy???

    maaf kalau komment saya terlalu banyak.,.,.,.,
    jadi curhat nih.,hhe
    mohon bimbingannya..,.,,.,.,.,
    wassalamu’alaikum,,.,.,
    jazakumulloh

    ————————————————–

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    Bismillah

    Walhamdulillah kalo antum benar-benar ingin mengenali agama ini.
    Untuk masalah liqo’ dan Ikhwanul Muslimin. Jawabannya lihat disini: http://ashthy.wordpress.com/2007/09/08/sebuah-penjelasan-gamblang-seputar-kesesatan-ikhwanul-muslimin/ Insya Allah dari kajian-kajian ilmiah tersebut, antum bisa mengetahui apa sebenarnya hakikat Ikhwanul Muslimin.

    Apakah ahlussunnah = salafy? Ya.
    penjelasannya ada disini: http://ashthy.wordpress.com/2007/08/23/berkenalan-dengan-salaf/

    Barokallohu fiik

  5. ahlussunnah
    19 September 2007 pada 3:14 pm | #5

    assalamu’alaikum
    selama ini saya sholat mengikuti sifat sholat Nabi yg dikarang syeikh al albani.
    mohon penjelasannya.
    wassalamualaikum

    —————————-

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Kitab tersebut disusun oleh seorang ahli hadits abad ini, Insya Allah itu adalah kitab shifat shalat nabi yang paling bagus dan lengkap setahu ana. Tapi perlu juga antum melihat penerbitnya, kitab yang antum punya edisi revisi atau yang lengkap? Ahsan yang edisi lengkap kalo mau beli.

    Wassalamu’alaikum

  6. ahlussunnah
    26 September 2007 pada 9:41 pm | #6

    assalamu’alaikum

    akh , katanya hadits yang menyatakan bahwa tidurnya orang yg berpuasa adalah ibadah, itu dhoif. jadi tidurnya orang yg sedang berpuasa dianggap apa??? sama seperti hari2 biasa atau bagaimana??
    mohon penjelasannya…

    wassalamu’alaikum

    ———————————-

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    Daripada tidur mending baca qur’an atau ibadah yang lainnya.

    Wallahu a’lam,coba tanya ustadz.

  7. zlyfly
    3 Oktober 2007 pada 11:36 pm | #7

    setau ane azan assolatukhoirum minan nauum itu
    yang dimulai melalui Umar Bin Khatab ra
    gimana tangaapan Uztazd?

    ———————————–

    Wallahu a’lam.
    Ana (saya) nggak tahu.

  8. Alim
    6 Oktober 2007 pada 11:49 am | #8

    Assalamu’alaikum

    Segala hal yang dilarang dalam Islam, pastilah ada hikmahnya kenapa….Jadi, daripada ragu-ragu, lebih baik tidak usah dikerjakan..betul..?!

    Assalamu’alaikum

    —————————–

    wa’alaikumussalam warahmatullah

  9. 11 Oktober 2007 pada 10:42 am | #9

    Assalamualaikum,
    alhamdulillah banyak manfaat yang akan kita dapat dengan memelajari apa itu bid’ah, dan contoh2nya, tentunya akan ada 2 kubu dalam menyikapinya:
    1. yang tidak setuju dengan pembahasan bid’ah, manhaj dan sejenisnya: Biasanya dari kalangan orang2 “pemersatu Islam” namun sayang semangatnya tidak ditopang dengan ilmu yang mantap, mereka rela berbeda dalam hal beragama, dan rela tidak sesuai dengan sunnah Rosul dan para khulafaurrasyidin dan para salaf, demi “persatuan Umat”
    selalu mereka mengatakan “kenapa kita berpecah belah dengan menyalahkan satu sama lain”
    ana cuma bisa katakan “Subhanalloh, tentulah kita musti menyadarai bahwa perpecahan ini adalah hal yang pasti terjadi, bukankanh rosululloh bersabda : “Di akhir zaman nanti engkau akan melihat perpecahan dan perbedaan yang banyak,…”
    dan apakah solusi yang diberikan rosululloh pada saat itu? apakah rosululloh bersabda “jika kau menemui jaman itu maka bersatulah kamu, kumpulkan semua orang yang berpecah kedalam satu bendera, buatlah partai atau khilafah”????
    tentulah tidak, justru rosul melanjutkan perkataannya dengan bersabda “…maka penganglah sunnahku, dan sunnah khulafaaurrasyidin, penganglah erat erat, gigitlah dengan gigi gerahammu….”
    sungguh kalau kita perhatikan di jaman ini dan berpijak pada nasihat rosululloh (jika kita masih menganggap rosululloh sebagai panutan kita dalam beragama) maka tentulah kita kan mencari orang2 yang berpegang teguh dengan sunnah, walaupun merreka sedkit,
    dan teramat aneh orang yang diberi nasihat tentang sesuatu kesesatan yang bisa membawanya kepada kerugian didunia dan diakhirat merasa gusar dan marah, sedangkan ketika diperingatkan dari rentenir/tukang tipu yang hanya rugi duniawi saja mereka berterima kasih sebanyak2nya, mari koreksi keislaman kita semua,
    2. orang yang setuju dengan pembahasan ini: biasanya dari kalangan orang2 yang ingin mencari kebenaran, mereka membahas ini dalam rangka ingin menjauhinya, sungguh para sahabat dulu bertanya tentang kejelekan keada rosululoh dalam rangka agar tak terjatuh kepadanya,
    namun kita musti ingat semua ini harus didasari dalil ynag benar, pelan pelan kita akan menemukan jalan yang lurus itu, jalannya “orang yang menggigit sunnah dengan gigi gerahamnya di jaman penuh perepecahan ini”

    “addiiin an nasihah” agama itu ditegakkan atas nasihat, jika ada yang salah nasihatin saya, barokallohu fiikum, wa jazaakumullohu khoiron
    wassalamaualaikum

    —————————————————–

    Wa’alaikumussalam warahmatullah

    jazakallahu khairan atas jawaban antum.

    • pelajar
      15 Desember 2010 pada 6:13 pm | #10

      jawaban yang sangat indah
      jazakallahu khairan

  10. abu sa’id
    11 Oktober 2007 pada 1:29 pm | #11

    apakah di adzan shubuh itu ada lafadz
    assholatu khairum-minan naum???
    jazakalloh…

    —————-

    Setahu ana, lafadz tersebut dibaca ketika adzan pada sepertiga malam saja.
    Untuk mengetahui yang lebih luasnya, ahsan tanyakan ke ustadz saja akh… jangan sama ana.

    jazakallahu khairan

    “Afwan Akh, adzan pada sepertiga malam maksudnya bagaimana, ana baru mendapatinya kali ini.

    Yang pernah ana dapatkan adalah, lafadz adzan di atas dibaca pada adzan subuh yang pertama, yaitu pada saat terbitnya fajar kadzib, wallahua’lam”

    ——————————————

    ya, yang saya maksud adalah fajar kadzib. Hanya saja kami di sini menyebutnya “adzan sepertiga malam”. jadi yang berbeda hanya penyebutan istilah saja. Mudah2an jawaban ana dulu tidak menimbulkan kerancuan.

  11. ibnu rahman
    27 Oktober 2007 pada 2:10 pm | #12

    assalamu’alaikum warohmatulloh…

    bisa antum kasih referensi akh,….mengenai kitab sholat Nabi ? Soalnya yang ana punya penerbitnya Pustaka Ibnu Katsir.

    Jazakallohu khoir..

    Wassalammu’alaikum warohmatulloh…

    ——————————————–

    wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    antum bisa melihat di http://al-ilmu.com
    ana minta maaf kalo informasi yang antum minta hanya ana jawab dengan global seperti itu, sebab waktu ana akhir2 ini hanya sedikit. Sekali lagi afwan, mudah-mudahan jawaban ini bisa membantu antum.
    Begitu antum masuk ke situs tersebut, silahkan gunakan fasilitas google yang ada di situs http://al-ilmu.com , ketikkan saja “shalat” atau key word yang lain.

    Jazakallahu khairan katsiran

    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  12. Hudzaifah
    23 Mei 2008 pada 4:38 pm | #13

    Semua yang Anda tulis dalam blog ini, benar. Saya setuju dengan pendapat Anda.

  13. bloksaya
    22 Januari 2009 pada 9:10 pm | #14

    benar, saya juga sudah muak melihat berbagai bid’ah yang dianggap manusia sebagai sesuatu yang baik.

  14. w.heri s.
    4 Mei 2011 pada 7:59 am | #15

    mohon ijin untuk mencopy artikel2nya

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 90 pengikut lainnya.