[MP3] Bantahan Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi

Alhamdulillah telah terselenggara suatu daurah pada:
– Hari : Ahad
– Tanggal : 10 Rabi’uts Tsani 1433 / 4 Maret 2012
– Tempat : Masjid Tijanul Anwar, Jalan Suryakencana 31 Kota Sukabumi
– Tema : Bedah Buku “SALAFY ANTARA TUDUHAN DAN KENYATAAN”
– Pemateri : Al Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Baca Resensinya disini:
[Resensi Buku: Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan; Bantahan Ilmiah Terhadap Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi]

Dan berikut adalah link downloadnya:
Sesi 1
Sesi 2
Barakallahu fiikum.
[Sumber: http://alklateniy.wordpress.com/2012/03/07/download-bedah-buku-salafy-antara-tuduhan-dan-kenyataan-4-maret-2012/] dengan sedikit perubahan.

About these ads

6 comments on “[MP3] Bantahan Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi

  1. Kalau dibuktikan secara ilmiah, ya dibuktikan aja,,, tetapi paling tidak buku tersebut layak dibaca oleh berbagai kalangan untuk sedikit banyak mengenal apa itu sebenarnya salafi wahabi….

    • Apakah buku Idahram yang berisi berbagai kedustaan layak untuk dibaca?
      Bagaimana bisa mengenal manhaj salaf dari buku yang seperti itu?
      Allahul musta’an..

  2. Idahram cuma seorang penulis yg nampaknya mencasi sensasi dan uang dngn cara bikin buku yg disana-sini tak akurat . Syaikh gadungan jangan2 memang nama aslinya MARHADI yg kemudian dibalik jd IDAHRAM .. Kalau mau belajar salaf tdk dri buku ini , bgt pula bgt pula istilah wahabi ini kan awalnya dipake oleh kaum penjajah Barat terhadap India , jelas sudah peta permasalahanya dngn terbitnya buku sesat tsb

  3. buku tulisan idahram alias marhadi tsb cuma layak ditaruh di tong sampah dan dikumpulkan bersama ratusan kitab2 tulisan ulama syiah laknatullohi alaih yg banyak berisi kedustaan dan penistaan kpd Rosululloh Sholallohu ‘Alayhi wa Sallam, para keluarganya dan para shobatnya ridhwanullohi alaihim ajma’in, dan selanjutnya buku dan kitab2 tsb disiram bensin untuk dibakar agar tidak bertambah banyak jumlah kaum muslimin yg menjadi korban kesesatan syiah laknatulloh seperti yg dialami seorang yg bernama tajulmuluk yg mengatakan spt apa yg selalu diyakini para imam syiah bahwa Kitab ALQUR’AN saat ini sdh tidak murni lagi alias banyak mengalami perubahan disana-sini, padahal kaum syiah sendirilah yg banyak merubah ayat-ayat ALQUR’AN disana-sini persis watak dan tabiat yahudi laknatullohi alaih…alangkah sama persisinya mereka… maklum mereka adalah pengikut setia abdulloh bin saba’ seorang yg dibela-bela dan dianggap tokoh fiktif agar ummat ini bisa dikelabui oleh mereka dan akhirnya menerima ajaran syiah tsb seperti yg terjadi pada tajulmuluk dan para pengikutnya…
    Kpd kaum muslimin/muslimat agar senantiasa berhati-hati dg sepak terjang kaum syiah yg kini sudah banyak menghuni di beberapa partai politik di negeri kita tercinta demi memuluskan makar jahat mereka dibawah dukungan negeri syiah yaitu republik syiah iran dan saudara kandung mereka yahudi laknatullohi alaih (yahudi+usa+iran)
    Wallohulmusta’an

  4. kalau mau bedah buku, penulis atau pemberi kata pengantar dari buku itu mestinya diundang. Jangan ngomong sendiri tanpa pembanding. Itu bedah buku bohongan namanya.

    • Pertama: Sepertinya anda sendiri tidak tau apa itu bedah buku, jika seorang da’i membahas kitab Al Umm karya Imam Asy Syafi’i maka da’i tersebut pada hakikatnya sedang membedah buku tersebut. Dalam hal ini buku yang dibedah adalah SATK dibawakan langsung oleh penulis bukunya, tidak ada yang salah dalam penggunaan istilah, namun andalah yang tidak mengerti.

      Kedua: Jika yang anda maksud dengan bedah buku adalah debat terbuka, maka hal tersebut bisa saja dilakukan bila patokan dan rujukannya sama, patokan dan rujukan yang telah disepakati kebenarannya yakni Al Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para Sahabat -رضي الله عنهم-. Namun sebagaimana yang semua kita saksikan di buku SBSW, patokan dan rujukannya adalah berita-berita palsu yang dia sendiri tidak tau asal muasalnya, pemberitaan-pemberitaan dari orang-orang kafir, tuduhan dusta yang dia sendiri tdk bisa buktikan kebenarannya, memotong-motong fatwa supaya terlihat mendukung pernyataannya, dll.
      Jika orang seperti ini diajak diskusi maka tidak akan tercapai tujuan diskusi, hanya akan berakhir dengan debat kusir yang berkepanjangan.

      Ketiga: Bedah buku tidak harus ada pembanding, jika seorang da’i membahas kitab Mazhab Syafi’i, panitia kajian atau da’i tersebut tidak harus mendatangkan da’i lain dari mazhab maliki, hambali, hanafi, zhahiri, dan yang tidak memiliki mazhab, atau bahkan mengundang orang-orang kafir yang jelas pemahamannya bertentangan dengan isi kitab yang dibahas. Jika ada bedah buku yang seperti ini maka hanya akan menimbulkan kekacauan dan ketidakjelasan.

      Keempat: Penulis SBSW memalsukan nama, mengindikasikan dia tidak ingin ketahuan, apalagi diajak diskusi terbuka, dan sewaktu di tanyai memang dia mengelak terus, mau diskusi bagaimana dengan orang yang berlari?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s