Arsip

Archive for the ‘Yayasan Wahdah Islamiyah’ Category

[MP3] Mari berkenalan dengan tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin dan Wahdah Islamiyah

13 Juni 2010 Tinggalkan Komentar

Bismillah..

Pembicara: Ustadz Muhammad Syarbini
Lokasi: Ma’had Minhajus Sunnah, Muntilan-Magelang

Pembahasan kali ini berkaitan dengan tokoh-tokoh yang menjadi panutan pada ikhwanul muslimin dan wahdah islamiyah. Penjelasan mengenai ucapan-ucapan mereka dan amalan-amalan mereka. Diantara tokoh-tokoh tersebut adalah Sayyid Quthb, Hasan Al Banna, At Turabi, Az Zindani dll..

S-2010_06_12a-Kata-mrk-bhw-permusuhan-kaum-muslimin-dgn-org2-kafir-hanya-krn-perebutan-tanah.zip 3.9M
S-2010_06_12b-Mereka-menyerukan-persatuan-agama.zip 5.0M

[YWI] Kesesatan Ke-9: Wahdah Islamiyah Menerapkan Bai’at

6 Maret 2010 Tinggalkan Komentar

Kesesatan yang kesembilan tentang masalah bai’at. Bai’at itu adalah sumpah setia. [1] Adapun masalah bai’at ini saya tidak ajukan kepada Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullâh, yang saya ajukan hanya kesesatan-kesesatan yang di atas tadi.

Tetapi terakhir ini, saya periksa kembali kaset-kaset ceramah Muhammad Zaitun Rasmin, Lc dan saya dapatkan Zaitun berbicara ketika menyebutkan tentang bai’at. Ia berkata, “Bai’at itu di awal-awal kali sebelum berdirinya yayasan.” Read more…

[YWI] Kesesatan Ke-7 & Ke-8: Wahdah Islamiyah Mempunyai Sirriyyah dan Tanzhim yang Tercela

4 Maret 2010 1 komentar

Kesesatan Wahdah yang berikutnya, yang ketujuh dan kedelapan adalah Tanzhim dan Sirriyyah (pengaturan organisasi dan aktivitas rahasia). Dalam tulisan mereka yang sama yang saya sebutkan tadi—Ahammiyatul Jama’ah wat Tanzhim—mereka membuat tulisan tentang “Kewajiban-Kewajiban Kami Terhadap Tanzhim: Read more…

[YWI] Kesesatan Ke-6: Penyimpangan Wahdah Islamiyah dalam Al Walâ’ Wal Barâ’ Terhadap Ahlul Bid’ah

27 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Kesesatan yang keenam dari Wahdah Islamiyah yaitu tentang masalah Al Walâ’ wal Barâ’ menurut mereka dan yang ada pada mereka. Di sini ada beberapa perkara penting yang harus diperhatikan dalam Al Walâ’ wal Barâ’ di kalangan mereka. Dari kaset-kaset yang ada dan yang kami dengarkan berasal dari suara-suara mereka, seperti suara Muhammad Zaitun Rasmin, Lc atau Muhammad Yusran Anshar, Lc dan lain-lainnya, itu menunjukkan kecintaan yang sangat berat terhadap ahlul bid’ah seperti Salman Al ‘Audah, Safar Al Hawali, kemudian pembelaannya terhadap Sayyid Quthb[1], Yusuf Al Qaradhawi[2] dan orang-orang yang seperti mereka. Read more…

[YWI] Kesesatan Ke-5: Wahdah Islamiyah Membolehkan Berbilangnya Jamaah

26 Februari 2010 1 komentar

Kemudian kesesatan yang kelima, mereka membolehkan berbilangnya jama’ah, membolehkan berkelompok-kelompok. Mungkin ada yang tidak percaya dengan fakta ini, tetapi ini dari tulisan Wahdah Islamiyah yang berjudul Ahammiyatul Jamâ’ah wat Tanzhim (Pentingnya Jama’ah dan Tanzhim). Dalam buku ini ada satu bab pembahasan “Bagaimana Kita Komitmen dengan Jama’ah”, disebutkan cara komitmen dengan jama’ah itu 4 poin, di poin yang ketiga mereka mengatakan: “Apabila ada jama’ah yang komitmen (Khilafah Islamiyah) maka wajib atas setiap muslim untuk menaatinya dan tidak boleh mengadakan kudeta kepadanya”. Kemudian katanya: “Poin yang keempat, kalau tidak ditemukan jama’ah yang konsisten dan imam yang syar’i, maka—diberi lagi dua poin di bawahnya: satu, wajib taat kepada pemerintah dalam perkara yang ma’ruf; kedua, boleh membentuk jama’ah-jama’ah akan tetapi hak imamnya tidak sama dengan hak imam dalam Khilafah Islamiyah”. Read more…

[YWI] Kesesatan Ke-4: Wahdah Islamiyah Mengharuskan Muwâzanah

25 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Al Muwâzanah, kalimat bid’ah ini mereka ambil dari guru-guru dan tokoh-tokoh Sururiyah. Kalimat Al Muwâzanah ini maksudnya menimbang kebaikan dan kejelekan, artinya kalau mengkritik seseorang, harus menyebutkan kebaikan di samping kejelekannya, jangan hanya menyebutkan kejelekannya saja. Kadang mereka mewajibkan, kadang ada yang mengatakan sunnah dan kadang ada yang mengatakan itu tidak apa-apa. Atau tidak harus kalau dalam bidang tahdzir tetapi kalau dalam bidang taqwim, itu adalah wajib seperti perkataannya Muhammad Yusran Anshar, Lc, dan perkataan ini ia ambil dari Salman Al ‘Audah yang memang orang yang sangat dia tokohkan.

Di sini soal muwâzanah, saya akan meng-itsbat-kan (menetapkan) bahwa mereka mempunyai muwâzanah. Read more…

[YWI] Kesesatan Ke-3: Wahdah Islamiyah Menetapkan Tauhid Hâkimiyah

25 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Orang yang mengucapkan Tauhid Hâkimiyah itu mempunyai dua peng-ithlaq-an:

1.  Ada yang mengatakan Tauhid Hâkimiyah itu artinya menafsirkan kalimat لا إله إلا الله  dengan لا حاكم إلا الله (Tidak ada yang memberi hukum selain Allah).

2.  Ada yang menjadikan Tauhid Hâkimiyah sebagai bagian yang keempat dari pembagian tauhid. Sebagaimaan kita kenal tauhid itu ada tiga: Tauhid Rububiyah, Tauhid Ulûhiyah, dan Tauhid Asma’ wa Shifat. Ini ia datang menambah tauhid yang keempat: Tauhid Hâkimiyah. Read more…

[YWI] Kesesatan Ke-2: Wahdah Islamiyah Membolehkan Ikut Pemilu (Demokrasi)

24 Februari 2010 1 komentar

Ini mungkin tidak ada yang mengingkari, sebab saya banyak mendapat selebaran dari ikhwah yang isinya katanya nanti (saat pemungutan suara) pilih partai ini, bagusnya pilih partai ini. Di sini penentuan partai-partai tersebut dipilih oleh Dewan Syari’ahnya Wahdah Islamiyah. Jadi mereka membolehkan mengikuti pemilu dengan menentukan orang-orang yang pantas dipilih bahkan menyebutkan hal ini dari fatwa para ulama (katanya) seperti Syaikh Al Albani dan lain-lainnya.

Maka saya katakan: Adapun Syaikh Al Albani mengatakan Pemilu itu boleh, maka ini kedustaan atas beliau, sebab beliau mempunyai keterangan yang jelas dalam kitab Madârikun Nazhar fis Siyâsah, Bainat Thabbîqât Asy Syar’iyah wal Ihfiâlat Al Hamâsiyyah, karya Syaikh ‘Abdul Malik Ramadhani Al Jazairi hafizhahullâh di situ disebutkan fatwa Syaikh Al Albani kemudian diberi ta’liq dari kaset-kaset beliau tentang bagaimana pendirian beliau mengenai Pemilu. Read more…

[YWI] Kesesatan Ke-1: Wahdah Islamiyah telah Melakukan Demonstrasi

24 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Baiklah, sekarang akan diuraikan kesesatan-kesesatan Yayasan/Organisasi/Jama’ah Wahdah Islamiyah.

Dari perkara-perkara yang dianggap oleh para ulama bahwa hal itu adalah sesat dan perkara yang menyelisihi syari’at Islam adalah:

Kesesatan Ke-1: Wahdah Islamiyah telah Melakukan Demonstrasi

Mereka telah melakukan demonstrasi dengan kesaksian banyak orang dan ini perkara yang nyata dan tidak bisa dipungkiri. Mereka pernah melakukannya dengan datang ke DPRD Makassar, dan ini telah terjadi dua kali. Read more…

[YWI] Pendahuluan Ke-9: Apakah Wajib Menasihati Langsung Dulu Sebelum Membantah?

23 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Kemudian pendahuluan yang terakhir dan pendahuluan ini saya akan bentuk dalam bentuk pertanyaan: apakah wajib menasihati dahulu sebelum membantah?

Sebab, pihak Wahdah Islamiyah sering berkata, “Masa’ kita tidak dinasihati dulu, diundang munazharah tidak mau.” Wahdah Islamiyah menggambarkan seakan-akan mereka tidak dinasihati terlebih dulu.

Maka, kami menjelaskan bagaimana prinsip Ahlussunnah dalam hal ini.

Pertama, bahwasanya menjelaskan kesalahan dan menjelaskan perkara yang sesat dan seterusnya ini adalah nasihat, asalnya. Read more…

[YWI] Pendahuluan Ke-8: Rincian Hukum Berdebat

23 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Kemudian pendahuluan berikutnya, tentang hukum munazharah, hukum berdebat.

Telah disebutkan kedustaan atas kami dalam ceramah Yayasan Wahdah Islamiyah dua tahun yang lalu (tahun 2000-an), yang mengucapkan itu Rahmat sebagai moderator. Ia mengatakan (secara makna) bahwa kami diundang untuk munazharah, debat ilmiah namun menolak dengan alasan itu adalah bid’ah.

Ia memutlakkan bahwa kami beralasan bahwa debat ilmiah adalah bid’ah, tidak ada tuntunannya dalam Islam. Padahal saya tidak pernah memutlakkan dan tidak pernah terbetik dalam benak saya untuk mengucapkan kalimat seperti itu. Bahkan kita mengetahui kaidah Ahlus Sunnah dalam permasalahan ini. Jadi, ini adalah kedustaan yang nyata, كذب وافتراع وبهتان. Read more…

[YWI] Pendahuluan Ke-7: Tidak Menyikapi Sesuatu dengan Mengutamakan Perasaan

23 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Pendahuluan berikutnya, perlu diketahui bahwa dalam menyikapi sesuatu tidak boleh memakai perasaan. Misalnya, dikatakan si fulan sesat lalu merasa kasihan, tidak tega. Seharusnya yang menjadi ukuran adalah dilihat dari sisi ilmiahnya dan dalil-dalilnya serta jangan memakai perasaan.

Dalam Al Qur’an Allah subhânahu wa ta’âlâ menyifatkan orang-orang yang menyeleweng seperti anjing:

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْناَهُ آياَتِناَ فَانْسَلَخَ مِنْهاَ فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطاَنُ فَكاَنَ مِنَ الْغاَوِيْنَ. وَلَوْ شِئْناَ لَرَفَعْناَهُ بِهاَ وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى اْلأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِآياَتِناَ فاَقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ.

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab). Kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu ia diikuti oleh syaitan sampai dia tergoda. Maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan derajatnya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menuruti hawa nafsunya yang rendah, maka permisalan dirinya seperti anjing, bila engkau menghalaunya dijulurkannya lidahnya dan bila engkau membiarkannya, anjing itu tetap menjulurkan lidahnya. Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.” (QS Al A’râf: 175-176) Read more…

[YWI] Pendahuluan Ke-6: Ahlul Bid’ah Lebih Berbahaya daripada Orang Kafir (Terkadang)

23 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Pendahuluan berikutnya yang perlu diketahui bahwa di antara prinsip Islam, prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah: kadang ahlul bid’ah itu lebih berbahaya daripada orang kafir. Ingat, ini “terkadang”, jangan disebut lalu dipahami secara mutlak saja. Dan ini ditunjukkan dalam banyak dalil, sebelumnya akan diuraikan para ulama yang berpendapat seperti ini supaya jangan disangka ini dari kantung saya.

Pertama:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullâh dalam Minhâjus Sunnah jilid 5 halaman 248 beliau mengatakan, “Dan diriwayatkan dalam hadits bahwasanya orang-orang Khawarij ini adalah orang yang terjelek yang terbunuh di muka bumi ini dan sebaik-baik orang yang membunuh adalah orang yang membunuh Khawarij.” [dan haditsnya ada dalam hadits Abu Umamah Al Bahili]. Read more…

[YWI] Pendahuluan Ke-5: Syariat Islam adalah Syariat yang Sempurna

22 Februari 2010 1 komentar

Perlu diketahui bahwa dakwah ahlus sunnah, dakwah Islam adalah syariat yang sempurna, universal mencakup segala sesuatu.

Allah subhânahu wa ta’âlâ telah menerangkan dalam firman-Nya,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagi kalian.” (QS Al Mâ-idah: 3) Read more…

[YWI] Pendahuluan Ke-4: Wajibnya Menerangkan Penyimpangan sebagai Amar Ma’ruf Nahi Munkar

22 Februari 2010 1 komentar

Kemudian pendahuluan yang keempat—mohon maaf, masih ada lima lagi pendahuluannya, sebab terlalu banyak syubuhât di seputar permasalahan sehingga saya harus menerangkan dahulu prinsip Ahlus Sunnah dalam masalah ini sebelum menguraikan tentang kesesatan Wahdah Islamiyah—supaya hal ini bisa kita pahami bersama. Dan ini juga dalam rangka menerapkan perkataan ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallâhu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dalam Kitabul ‘Ilmi dan Imam Muslim dalam Al Muqaddimah:

حَدِّثُوْا النَّاسَ بِمَا يَعْرِفُوْنَ أَتُحِبُّوْنَ أَنْ يُكَذَّبَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ؟

“Berceritalah kepada manusia dengan apa yang mereka ketahui, apakah kalian ingin Allah dan Rasul-Nya didustakan?”

Perkataan benar dan yang disampaikan haq tapi karena ini belum sampai kepada akal dan pemahamannya seseorang, maka ia langsung didustakan. Maka kita harus melalui pendahuluan agar bisa memahami Al Haq ini. Read more…

[YWI] Pendahuluan Ke-3: Tidak Boleh Menuduh tanpa Tabayyun & Tatsabbut

22 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Karena itulah hal pokok ini mendorong saya untuk menyampaikan pendahuluan yang ketiga yaitu bahwasanya di antara prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang dituntunkan oleh Islam adalah tidak boleh menuduh seseorang, ini adalah sesat, ini adalah ahlul bid’ah, kecuali dengan argumen yang jelas dan fakta yang sudah pasti. Ini adalah prinsip Ahlus Sunnah, siapa yang berbicara selain dari ini maka bersiaplah menanggung dosa dari Allah subhânahu wa ta’âlâ dan harus dia pertanggungjawabkan kelak di kemudian hari. Allah subhânahu wa ta’âlâ mengancam di dalam firman-Nya:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan (ilmu) tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban.” (QS Al Isra: 36) Read more…

[YWI] Pendahuluan Ke-2: Dalam Setiap Perkara Wajib Bersikap Adil & Inshof

22 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Kemudian pendahuluan yang kedua bahwa di dalam segala sesuatu kita wajib berbuat adil dan inshof, ini adalah manhaj Islam. Kita berbuat adil dan tidak menzhalimi orang, kita menyebutkan mereka dengan keadilan. Allah subhânahu wa ta’âlâ memerintahkan kita untuk berbuat adil dalam firman-Nya,

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS An Nahl: 90) Read more…

[YWI] Pendahuluan Ke-1: Jika Berselisih Wajib Meruju’ Al Qur’an & As Sunnah

22 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Pendahuluan yang pertama yang perlu kita ketahui bahwa dalam segala sesuatu yang kita berselisih atau tidak berselisih di dalamnya, kita wajib merujuk kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam sesuai dengan pemahaman para ulama Salaf.

Allah subhânahu wa ta’âlâ berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي اْلأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً.

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”  (QS An Nisâ’: 59)

Read more…

[YWI] BAB I: Muqaddimah

22 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

BAB I

MUQADDIMAH

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ َ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا. يُصْلِحْ  لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللهَ وَرَسُولَهُ  فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

أَمَّا بَعْدُ .

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كَلاَمُ اللهِ ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ – ، وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

Segala puji hanyalah milik Allah. Kami memuji, meminta pertolongan dan ampunan-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang ditunjuki oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Read more…

[YWI] Fatwa Tentang WI

22 Februari 2010 Tinggalkan Komentar

Fatwa Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al Madkhali Hafizhahullah
tentang Kesesatan Jama’ah/Yayasan Wahdah Islamiyah*

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه أما بعد

Wahai penanya yang mulia, pertanyaan-pertanyaan berikut ini seputar jamâ’ah atau yayasan yang mereka namakan Yayasan Wahdah Islamiyah (YWI, pent.). Dari selah-selah apa yang Antum ajukan tentang jamâ’ah ini, maka saya melihat bahwasanya mereka adalah jamâ’ah hizbiyah quthbiyyah sururiyyah berlawanan dengan Ahlus Sunnah wal Jamâ’ah dan manhaj mereka bertentangan dengan manhaj Ahlus Sunnah wal Jamâ’ah. Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 90 pengikut lainnya.