Penetapan Sifat Penglihatan dan Pendengaran bagi Allah Part 2

Download kajian ini.mp3

– Tafsir dari Firman Allah : “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (al Mujadilah : 1)
– Ayat ini turun mengenai wanita yang bernama Khaulah bintu Sa’labah, dia mengedukan suaminya yang telah menziharnya, suaminya bernama Aus bin Ash Shamit radhiyallahu’anhu
– Zihar adalah jika seorang mengucapkan kepada Istrinya “Engkau seperti punggung ibuku”
– Perbuatan zihar adalah perbuatan tercela, menurut orang-orang jahiliah ucapan seperti itu sudah sama dengan Thalaq Bain.
– Zihar merupakan perbuatan yang mungkar dan dusta
– Apabila seseorang telah menzihar istrinya maka ia harus membebaskan seorang budak atau memberi makan 60 orang miskin atau berpuasa dua bulan berturut-turut, baru setelah itu ia boleh mendekati Istrinya.
– Tafsir dari firman Allah “wa tasytakii ilallah” (dan mengadukan halnya kepada Allah)
– Dalam hadits yang diriwayatkan Oleh Abu dawud. Dari Abu Hurairah Radhiyallallahu’anhu ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah membaca ayat “sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar Maha Melihat” beliau meletakkan Ibu jarinya ke telinganya dan jari telunjuknya di matanya.
– Hadits Shahih diatas bukan untuk menyerupakan Allah dengan mahluk, tapi untuk benar-benar Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat Maha mendengar dan Maha melihat.
– Menurut asy’ariah yang dimaksud dengan Mendengar oleh Allah adalah Allah mengetahui apa yang didengar, dan Melihat adalah mengetahui apa yang dilihat. Dan tentunya ini adalah ta’wil yang bathil.
– Bantahan yang pertama ialah yang dikemukakan oleh Imam al Baihaqi rahimahullah dalam kitab Al Asma wa Sifat. Beliau menyatakan bahwa kalau yang dimaksud adalah mengetahui apa yang didengar dan mengetahui apa yang dilihat, maka niscaya Beliau Shallallahu’alaihi wasallam akan mengisyaratkan di hatinya bukan di mata atau di telinganya.
– Bantahan yang kedua ialah yang dikemukakan oleh Syaikh Khalil Kharras rahimahullah. Bahwa kalau seandainya demikian (yakni seperti pendapa asy’ariyah) maka tentunya ini adalah kesalahan, sebab orang yang buta, dia mengetahui bahwa dihadapannya ada benda-benda yang bisa dilihat, begitu juga orang yang tuli, dia sebenarnya tau kalau disana ada suara-suara yang bisa didengar tapi dia tidak bisa mendengarnya. Sehingga kalau diartikan bahwa mendengar dan menlihat adalah mengetahui apa yang didengar dan mengetahui apa yang dilihat, maka disini kita tidak menetapkan apa-apa bagi Allah ‘azza wa jalla.
– Tafsir dari Firman Allah : “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: “Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya”. Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): “Rasakanlah olehmu azab yang membakar”. (Ali ‘Imran : 181).
– Mereka mengambil kesimpulan seperti ini karena mereka mendengarkan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam menbacakan firman Allah surah al Baqarah : 248
– Yahudi melecehkan Allah ‘azza wa jalla untuk menjauhkan menusia dari jalan Allah.
– Sesungguhnya Allah maha kaya
– Sedikit saja Rahmat Allah yang dicabut dari diri kita maka kita akan merasakan kesulitan yang luar biasa.
– Tafsir dari Firman Allah : “Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (Al ‘Alaq : 14).
– Ada pertanyaan yang sifatnya untuk mengingkari, contohnya seperti ayat diatas.
– Pengertian sirr, an Najwa dan an nida.
– Tafsir Firman Allah : “janganlah kalian berdua merasa takut, sesungguhnya Aku bersama kalian berdua. Aku mendengar dan Aku melihat” (Thaahaa : 46).
– Kita tidak perlu takut/khawatir dalam menghadapi musuh-musuh Allah. barangsiapa yang menyampaikan Agama Allah maka Allah akan selalu bersamanya.
– Tafsir dari firman Allah : “Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (Al ‘Alaq : 14).
– Ayat ini berkenaan dengan Abu jahl yang melarang Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam untuk shalat di samping baitullah.
– Maka hendaknyalah orang-orang yang yang memusuhi agama ini takut akan siksaan Allah, sesungguhnya Allah melihat kalian.!!
– Tafsir dari Firam Allah : ” Dialah Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang),dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud”. (Asy Syu’araa’ : 218-219).
– segala amalan ibadah kita selalu dilihat ileh Allah ‘azza wa jalla.
– tafsir Firman Allah “Katakanlah: “Janganlah kamu mengemukakan ‘uzur. kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (At Taubah : 94)
– Allah mengancam orang-orang munafik, bahwa Allah akan membongkar semua keburukan-keburukan mereka.
– Mengenal Allah dengan cara mempelajari sifat-sifatNya akan menambah Iman dan tentunya berbagai kebaikan lainnya.

Wallaahu a’lam

By Abu Bakrah Posted in Aqidah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s