Al Qur’an kalamullah bukan Mahluk dan Kesesatan al Qaradhawi


Download kajian Ini

– Hukum seseorang yang berpendapat bahwa Al Qur’an adalah mahluk, dianggap sebagai ahlul bid’ah yang sesat bahkan sebagian ulama ada yang mengkafirkan orang yang mengatakan Al Qur’an adalah mahluk.
– Tafsir firman Allah
“dan Allah telah berfirman langsung kepada Musa dengan sebenar-benarnya.” (Surah An-Nisa:164).
– tafsir firman Allah
“Dan tatkala Musa datang untuk memenuhi waktu yang telah kami janjikan kepadanya dan Tuhannya berfirman langsung kepadanya..”(Al-A’raf:143).
– Al Jahmiyah dan Al Mu’tazilah telah mentahrif ayat pertama, ini disebabkan mereka mangingkari sifat qalam bagi Allah. Tapi mereka tidak bisa mentahrif ayat yang kedua.
– tafsir firman Allah
“Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur`an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).” (Az Zukhruf : 3)
– Betapa pentingnya kaidah-kaidah bahasa Arab
– Dalil-dalil dari as Sunnah yang menetapkan bahwa al Qur’an adalah qalamullah bukan mahluk
“Adakah seseorang yang bisa membawaku kepada kaumnya, sesungguhnya quraisy mereka telah melarangku untuk aku menyampaikan ucapan Rabbku.” (al Hadits)
– Dan sejalan dengan sabda Nabi diatas adalah firman Allah ‘Azza wa jalla
“Dan bila salah seorang dari kalangan musyrikin minta perlindungan kepadamu, maka lindungilah dia sampai dia mendengarkan ucapan Allah” (at Taubah : 6)
– Bantahan untuk beberapa syubhat-syubhat yang lain
– Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, barangsiapa mengatakan “lafadzku terhadap al Qur’an adalah mahluk, maka ia jahmiyah. Barangsiapa mengatakan al Qur’an bukan mahluk, maka ia mubtadi’
– Ucapan yang dibenarkan adalah mengatakan al Qur’an Qalamullah bukan Mahluk
– Kesesatan Sayyid Quthb, dia mengatakan bahwa al Qur’an adalah mahluk.
– Tidak semua orang yang mengucapkan kata-kata kekafiran maka telah kafir.
– Ahlussunnah bukan murjiah
– kesesatan Aqidah Murjiah, mereka menyatakan bahwa Iman itu hanya satu, sehingga iman kita sama dengan imannya abu bakar, nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam dan orang-orang utama lainnya.
– Iman itu bisa bertambah dan bisa juga berkurang bahkan bisa tidak tersisa sama sekali.
– Bercanda yang diperbolehkan
– Yusuf al qaradhawi adalah seorang hizby (fanatik golongan) dan ahlul bid’ah
– Bermacam-macam jarh (celaan) yang dipakai oleh para Ulama
– jalan yang ditempuh oleh para ulama dalam memurnikan Agama, salah satunya ialah lewat al Jarh wa ta’dil (mencela dan memuji)
– jenis ghibah yang diperbolehkan bahkan disunnahkan
– Yusuf al Qaradhawi bukanlah seorang musuh sunnah
– Yusuf bukanlah seorang “anak-anak yahudi”
– Selalu bersikap adil dalam menilai personel-personel.
– jangan memberi gelar-gelar yang tidak mendukung keadilan
– Dalil-dalil dari al Qur’an untuk selalu bersikap adil
“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al maaidah : 8 )

“Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu) , dan penuhilah janji Allah . Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.” (al An’am : 152)

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. (an Nisaa : 135)
– jangan mengikuti hawa nafsu untuk berkata dan berbuat adil
– Kaum Sufi menganggap al Jarh adalah sebuah ghibah
– bantahan terhadap sikap orang-orang sufi tersebut
– Bahkan al Qur’an sendiri tidak terlepas dari al jarh wa ta’dil
– Dalil-dalil dari as Sunnah yang mengharuskan sikap adil
– Dampak negativ dari demokrasi
– Dilarang untuk mendengarkan kaset-kaset ceramahnya (al qaradhawi), ceramah-ceramahnya, kitab-kitabnya sebab dia adalah seorang yang kurang akal.
– Syaikh Muqbil memiliki sebuah buku yang diberi judul “Mendiamkan Anjing Yang Menggonggong, Yusuf bin ‘Abdillah al Qaradhawi”
– Kita harus menyikapi segala sesuatu dengan adil
– al Qaradhawi membolehkan adanya jama’ah-jama’ah dakwah.
– Bantahan-bantahan terhadap pendapat tersebut
– setiap orang pernah melakukan kesalahan
– Al Jama’ah terkadang datang dalam tiga maksud
1. Penguasa Muslim yang kita tidak boleh memberontak kepadanya
2. Kelompok besar dari kalangan muslimin yang berpegang teguh dengan al Qur’an dan Sunnah
3. Apa saja yang sesuai dengan kebenaran walaupun engkau sendiri
– Tidak boleh bagi al Qaradhawi memecah belah barisan kaum Muslimin
– al Qaradhawi menyatakan dalam sebuah harian “Kita tidak memerangi yahudi karena Islam, akan tetapi karena mereka telah menguasai tanah air kita.”
– Celaka bagi fatwa yang busuk ini !!, na’am fatwa ini busuk, kalau seandainya diibaratkan kotoran yang bisa dibuang kelaut maka lautan pasifik akan tercemar.
– Bantahan bagi fatwa diatas
– Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.(at taubah : 24)
– Orang yang membela tanah air hanya akan mendapatkan lumpur (tanah dan air)
– Hendaklah kaum muslimin berhati-hati terhadap orang-orang yang berlagak membela agama.
– Ahlussunnah merupakan orang yang paling pengasih
– Tidak selamanya kelemah lembuta selalu identik dengan kebaikan.
– Ciri-ciri fisik dan sifat-sifat dari Syaikh Muqbil rahimahullah, sehingga orang-orang yang melihat beliau seakan-akan tidak percaya bahwa beliau adalah syaikh Muqbil.

Wabillaahi taufiq wal Hidayah

By Abu Bakrah Posted in Firqoh

2 comments on “Al Qur’an kalamullah bukan Mahluk dan Kesesatan al Qaradhawi

  1. bolehkan kajian2 di sini saya upload ke server saya supaya para ikhwan/akhwat dapat download secara cepat dengan d/l manager?
    ———-
    boleh, silahkan

  2. assalamualaikum

    buku karangnya asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i itu terbitan pustaka mana untuk terjemahaan dalam bahasa indonesia?

    tolong kabarkan ke email ana yaaac

    akhi_mukhtar@yahoo.co.id

    penting banget

    wassalamualaikum

    ————————————————–

    wa’alaikumussalam warahmatullah

    afwan ana agak lupa penerbitnya apa.
    tapi judulnya yang ana masih ingat insya Allah.
    Judulnya: Mendiamkan anjing yang menggonggong, Yusuf bin ‘Abdillah Al Qaradhawi.

    Insya Allah itu judulnya. Penerbitnya wallahu a’lam

    Afwan ana balas lewat sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s