Shalat diatas perahu

4. SHALAT DI ATAS PERAHU

Oleh : Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang shalat di atas perahu. Beliau bersabda :
“Shalatlah diatasnya dengan berdiri, kecuali jika kamu khawatir akan tenggelam.”[1]

Setelah usia Rasulullah lanjut dan tua, beliau shallallahu’alaihi wa sallam menaruh tongkat yang beliau jadikan sebagai penyangga di tempat shalat beliau.[2]

Foot Note :

[1]. Al Bazaar (68), Daruquthni dan Abdul Ghani Al Maqdisi dalam As Sunan (82/2). Dishahihkan oleh Hakim dan disetujui oleh Dzahabi. (Faedah :) Shalat di pesawat terbang hukumnya sama dengan shalat di perahu. Jika sanggup, ia shalat dengan berdiri dan jika tidak sanggup. Ia bisa shalat dengan duduk. Sedangkan untuk ruku’ dan sujudnya bisa dengan menggunakan isyarat sebagaimana yang telah lewat.
[2]. Abu Dawud dan Hakim. Dishahihkan oleh Hakim dan disetujui oleh Dzahabi. Saya telah mentakhrij hadits ini dalam Ash Shahihah (319) dan Al Irwa’ (383).

(Disalin dari “Sifat Shalat Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam Dari Takbir Hingga Salam” karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah, terbitan Pustaka Sumayyah. Halaman : 97)

Iklan
By Abu Bakrah Posted in Fiqih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s