Taubat

Taubat…

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan
nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan
menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak
menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang
cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil
mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya
kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala
sesuatu.”
(at-Tahrim:8)

Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu
dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai
dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al-A’raf :7)

Subhanallah…
Dua ayat tersebut di atas adalah bukti bahwa betapa cinta dan sayangnya
Allah kepada hamba-hambaNya. Betapapun besarnya dosa yang dikerjakan
oleh si hamba, Allah akan tetap menerima taubat si hamba selama hamba
tersebut sungguh-sungguh ingin bertaubat (taubatan nasuhaa). Betapapun
banyaknya maksiat yang dilakukan oleh hambaNya Dia tetap akan
membukakan pintu maaf bagi hambaNya selama nyawa hamba tersebut
masih belum sampai di kerongkongan dan matahari masih belum terbit dari
barat.Sebenarnya masih banyak lagi ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang
semakna dengan dua ayat di atas.

Dalam sebuah hadist juga disebutkan yang diriwayatkan oleh At-Tirmdzi dari
sahabat Anas Radiallahu anhu : aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi
wa sallam bersabda bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

“wahai bani adam sesungguhnya selama engkau berdo’a kepadaKu dan
mengharap kepadaKu pasti Aku ampuni engkau dan semua yang ada
padamu dan Aku tidak perduli. Wahai Bani Adam seandainya dosa-dosamu
sampai menyentuh langit kemudian engkau memohon ampun kepadaKu,
niscaya Aku akan mengampunimu. Wahai Bani Adam seandainya engkau
datang dengan membawa dosa sepenuh bumi kemudian kamu bertemu
denganKu dalam keadaan tidak menyekutukan Ku dengan sesuatupun juga,
pasti Aku akan datangkan kepadamu ampunan sepenuh itu juga”

Dikisahkan ketika terjadi pertempuran (afwan saya lupa namanya) antara
kaum muslimin melawan kaum musyrikin, tatkala perang sedang berkecamuk
dengan hebatnya, seorang bayi terlepas dari gendongan ibunya seorang
wanita dari kalangan kaum musyrikin. Sang ibu dengan segala daya dan
upayanya berjuang mencari anaknya yang terlepas dari gendongannya
tersebut tanpa memperdulikan keselamatan dirinya. Suara dencingan pedang
tak dihiraukan, ayunan tombak tak membuatnya gentar, debu pasir
beterbangan tidak memutuskan harapannya untuk mencari dan segera
menyelamatkan anaknya. Ketika sang ibu menemukan bayinya tersebut, dia
segera mengambil dan memeluknya erat-erat kemudian sang ibu
memberikan ASInya kepada si bayi. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam
dan para sahabat melihat pemandangan dramatis tersebut takjub dengan
perjuangan si ibu. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam berkata
kepada para sahabatnya “Sungguh kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya lebih besar daripada kasih sayang ibu ini terhadap bayinya.

Subhanallah…
Ketika seseorang mulai menyadari kesalahannya itu pertanda bahwa orang
tersebut sebenarnya berada di persimpangan jalan menuju pintu magfirah
(ampunan Allah). Ada yang berhasil karena ia bersegera dalam bertaubat
dan cara yang ia tempuh adalah cara yang benar sesuai Al-Qur’an dan As-
Sunnah, akan tetapi banyak pula yang gagal karena terus menunda-nunda
waktu taubatnya dan jalan yang ia tempuh adalah jalan yang tidak ada
tuntunannya baik dari Al-Qur’an maupun dari As-Sunnah. Sehingga
sebelum sampai di pintu magfirah tanpa ia sadari ternyata sang malaikat
maut telah menantinya di ujung jalan sana untuk menjemputnya menuju
rumah baru sedangkan ia masih terus bergelimang dalam kemaksiatan dan
kesesatan. Di saat-saat seperti itulah baru ia tersadar, ingin bertaubat namun
semuanya sudah terlambat. Naudzu billah…

Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan
kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara
mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”.
Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di
dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.
(an-Nisaa:18)

Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa tidak bergeser kaki seorang hamba
di akhirat sampai ia ditanyai 4 perkara, tentang umurnya untuk apa ia
habiskan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia
gunakan, tentang ilmunya untuk apa ia amalkan.

Ini menunjukkan bahwa umur adalah modal utama kita dalam menjalani
hidup yang serba sementara ini untuk menentukan tempat dan kedudukan
kita di akhirat kelak. Apakah di surga yang kenikmatannya belum pernah
terbesit dalam hati, belum terlihat oleh mata dan beum terpikirkan oleh akal
atau mungkin di neraka yang azab dan siksaannya yang tak terbayangkan
dahsyat dan kepedihannya.

Sungguh sangat disayangkan jika umur yang singkat ini hanya diisi dengan
kegiatan-kegiatan yang tidak ada manfaatnya, hanya mengikuti syahwat
sehingga terjebak dalam syubhat (perkara yang rancau). Sungguh sangat
merugi jika usia yang pendek ini tidak digunakan untuk menuntut ilmu dan
beramal sholeh, terperdaya oleh kenikmatan dunia yang semu bak
fatamorgana di padang sahara dan melupakan akhirat yang kekal abadi.

Waktu semakin sempit
ajal kian mendekat
tinggalkan segala maksiat
hanya dengan taubat dan amal soleh dosa akan menyusut
di ujung sana ada malaikat maut
kapan saja siap menjemput
jangan sampai terlambat taubat
nanti menyesal di kampung akhirat

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga
yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertakwa.
(ali imran 133)

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia
(surga).
(an-nisa)

Barokallahu fiik
(semoga Allah memberkahimu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s