Dimana Allah? (Bag. 5) Seluruh Ulama Sepakat Bahwa Allah Istiwa` di Atas ‘Arsy

Dalil-Dalil dari Ijma

Telah dinukil kesepakatan para ulama tentang ketinggian Allah diatas makhluk-Nya, diantaranya dari:

  • Al Imam Ad Darimy di dalam kitabnya Ar Radd ‘Alal Jahmiyah hal 44 berkata: “Kemudian kesepakatan dari orang-orang terdahulu dan belakangan, orang alimnya dan jahilnya bahwa jika salah seorang di antara mereka ber-istighatsah, berdo’a atau meminta kepada Allah, dia menengadahkan kedua tangannya dan mengangkat pandangannya ke langit kemudian berdo’a. Dan tidak seorangpun dari mereka berdo’a mengarah ke bawah, ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri tetapi ke arah langit karena pengetahuan mereka bahwa Allah berada di atas.”

Dan beliau berkata di hal. 66: “Celaka kalian! Kesepakatan para sahabat, tabi’in (murid sahabat –ed), dan seluruh umat terhadap tafsir Al Qur`an, Fara`idh, hudud dan hukum-hukum tentang turunnya ayat ini, begini bunyinya dan sebabnya begini dan begini, dan turunnya surat ini pada keadaan begini dan begini. Kami tidak mendengar seorangpun yang mengatakan bahwa ayat ini bersumber dari bawah bumi, dari depan atau dari belakang, akan tetapi turun dari atas langit.”

  • Berkata Ishaq bin Rahawaih: “Merupakan kesepakatan dikalangan ahli ilmu bahwasanya Allah Istiwa` di atas ‘Arsy-Nya, Dia mengetahui segala sesuatu yang ada di lapis bumi yang tujuh, di dasar lautan, di puncak gunung, di perut bumi, dan diseluruh tempat sebagaimana Dia mengetahui semua yang ada di langit yang tujuh dan semua yang ada di bawah ‘Arsy, Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.” (Ijtima‘ul Juyusy hal 171 dan Mukhtashar Al ‘Uluw hal 194)
  • Berkata Ibnu ‘Abdil Barr: “Sepakat para ‘ulama dari kalangan sahabat dan tabi’in –yang ilmu ta`wil (tafsir) diambil dari mereka- mereka menta`wilkan (menafsirkan) firman Allah ‘Tidaklah tiga orang berbisik-bisik kecuali Allah yang keempat’ yaitu Dia (Allah) berada di atas ‘Arsy dan Ilmu-Nya di semua tempat dan tidak ada seorangpun (yang menyelisihi mereka) diambil perkataannya sebagai hujjah.” (Mukhtashar Al ‘Uluw hal 268)
  • Berkata Imam Muhammad bin ‘Utsman bin Abi Syaibah: “Semua makhluk sepakat bahwa apabila mereka berdo’a seluruhnya mengangkat tangannya ke langit. Kalaulah seandainya Allah –‘Azza wa Jalla– berada di bawah yaitu bumi, maka tidak mungkin mereka mengangkat tangan ke langit (ketika berdo’a) sedangkan Allah bersama mereka di bumi. Kemudian riwayatnyapun datang secara mutawatir bahwasanya Allah menciptakan ‘Arsy kemudian Istiwa` di atasnya dengan Dzat-Nya. Kemudian Allah ciptakan bumi dan langit maka menjadilah do’a mereka dari bumi ke langit dan dari langit ke ‘Arsy dan Allah berada di atas langit, di atas ‘Arsy dengan Dzat-Nya, tidak bercampur, (melainkan) berpisah dari makhluk-Nya Ilmu-Nya bersama mereka dan tidak ada sesuatupun yang keluar dari Ilmu-Nya.” (Kitabul ‘Arsy hal 58)
  • Berkata Abu Nashr As Sijzy: “Dan para imam kami seperti Ats Tsaury, Malik, Ibnu ‘Uyainah, Hammad bin Zaid, Al Fudhail, Ahmad dan Ishaq, semuanya sepakat bahwa Allah berada di atas ‘Arsy dengan Dzat-Nya dan sesungguhnya Ilmu-Nya ada di seluruh tempat.” (Ijtima‘ul Juyusy hal 97)
  • Berkata Abu ‘Umar Ath Thalmanky di dalam kitabnya yang berjudul Al Ushul: “Sepakat kaum muslimin dari kalangan Ahlussunnah bahwasanya Allah Istiwa` di atas ‘Arsy dengan Dzat-Nya.” (Ijtima‘ul Juyusy hal 101 dan Syarh Haditsun Nuzul hal 142)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s