Dimana Allah? (Bag. 9) Hukum Bagi yang Mengingkari Sifat Al ‘Uluw dan Istiwa`

Telah berlalu sebagian ucapan para Imam tentang hal ini. Dan berikut ini beberapa tambahan dari ucapan para ‘ulama Ahlussunnah:

  1. Berkata Ibnu Khuzaimah –rahimahullah– “Siapa yang tidak mengatakan bahwa Allah itu berada di atas langit-Nya, tinggi dan menetap di atas ‘Arsy-Nya, berpisah dari makhluk-Nya, maka wajib dimintai tobat, apabila dia bertaubat maka diterima kalau tidak maka dipenggal lehernya kemudian dilemparkan ke tempat sampah agar manusia tidak terganggu dengan baunya.” (Disebutkan oleh Al Hakim dalam Ma’rifatil ‘Ulumul Hadits hal 152 dan Mukhtashar ‘Uluw hal 225) Baca lebih lanjut

Dimana Allah? (Bag. 8) Seluruh Imam Ahlussunnah Berpendapat Bahwa Allah Berada Di Atas Langit

Berikut ini nukilah beberapa Imam Ahlussunnah dalam masalah ini:

Dari Para Sahabat Rasulullah

Berkata Abu Bakar Ash Shiddiq “Wahai manusia jika Muhammad adalah Ilah (sesembahan) yang kalian sembah maka sungguh Muhammad telah meninggal. Akan tetapi jika Ilah kalian adalah Allah Yang di langit maka Ilah kalian tidak mati, kemudian beliau membaca ayat:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىَ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ اللهَ شَيْئاً وَسَيَجْزِي اللهُ الشَّاكِرِينَ

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik kebelakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik kebelakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali ‘Imran: 144) Baca lebih lanjut

Dimana Allah? (Bag. 7) Fithrah Manusia Menetapkan Bahwa Allah di Atas Langit

Dalil-Dalil Secara Fithrah

  1. Bahwasanya seorang hamba yang masih berada dalam fithrahnya, ia akan mendapatkan suatu perkara yang dharury (pasti) yaitu tatkala dia berdoa kepada Allah dalam keadaan gawat maka dia akan tujukan/arahkan hatinya kepada Allah Yang Maha Tinggi dan berada di atas. Baca lebih lanjut

Dimana Allah? (Bag. 6) Dalil-Dalil Secara Akal yang Menetapkan Allah di Atas Langit

Dalil-Dalil Secara Akal

  1. Dari dulu Allah itu ada dan tidak ada sesuatu apapun bersama-Nya kemudian Allah menciptakan makhluk, maka tatkala Allah menciptakan mereka maka hanya akan ada dua kemungkinan, Allah menciptakan makhluk-Nya berada dalam diri-Nya atau menciptakannya di luar diri-Nya, yang pertama adalah bathil secara pasti dengan kesepakatan. Baca lebih lanjut

Dimana Allah? (Bag. 5) Seluruh Ulama Sepakat Bahwa Allah Istiwa` di Atas ‘Arsy

Dalil-Dalil dari Ijma

Telah dinukil kesepakatan para ulama tentang ketinggian Allah diatas makhluk-Nya, diantaranya dari:

  • Al Imam Ad Darimy di dalam kitabnya Ar Radd ‘Alal Jahmiyah hal 44 berkata: “Kemudian kesepakatan dari orang-orang terdahulu dan belakangan, orang alimnya dan jahilnya bahwa jika salah seorang di antara mereka ber-istighatsah, berdo’a atau meminta kepada Allah, dia menengadahkan kedua tangannya dan mengangkat pandangannya ke langit kemudian berdo’a. Dan tidak seorangpun dari mereka berdo’a mengarah ke bawah, ke depan, ke belakang, ke kanan, dan ke kiri tetapi ke arah langit karena pengetahuan mereka bahwa Allah berada di atas.” Baca lebih lanjut

Dimana Allah? (Bag. 4) Hadits-Hadits yang Berbicara Tentang Keberadaan Allah di Atas Langit

Dalil-Dalil dari As Sunnah yang Shahih

Adapun dalil-dalil dari As Sunnah juga sangat banyak bahkan digolongkannya sebagai hadits yang mutawatir oleh Imam Adz Dzahabi dalam Mukhtashar Al ‘Uluw dan yang lainnya. Dan dalil-dalil tersebut kadang dari ucapan beliau, kadang dari perbuatannya dan kadang dari taqrir (penetapan) dari beliau terhadap perbuatan sahabat. Diantara dalil-dalil tersebut adalah: Baca lebih lanjut

Dimana Allah? (Bag. 3) Ayat-Ayat yang Berbicara Tentang Keberadaan Allah di Atas Langit

Dalil-Dalil Tentang Ketinggian Allah

Dan sungguh telah mutawatir dalil-dalil kitab dan sunnah secara lafadz dan makna tentang tetapnya sifat ini bagi Allah. Dan dalil-dalil itu mencapai seribu dalil sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dari sebagian pengikut Asy Syafi’iyah (Lihat Al Fatawa 5/121 dan Ash Shawa’iqul Mursalah 4/1279) dan berkata Ibnul Qayyim: “Dan seandainya kami ingin maka akan kami datangkan seribu dalil tentang masalah ini (Al ‘Uluw –pent).” (Ijtima‘ul Juyusy hal 331) Baca lebih lanjut

Dimana Allah? (Bag. 2) Penjelasan Makna Al ‘Uluw dan Al Istiwa’

Makna Al ‘Uluw dan Al Istiwa` Serta Perbedaan Antara Keduanya
Pengertian Al ‘Uluw secara bahasa adalah bermakna As Samuw (diatas) dan Irtifa (ketinggian). (Lihat Mu’jam Maqayis Al Lughah 4/122 karya Ibnu Faris).

Kata Al ‘Uluw menurut para ulama dalam nash Al Qur`an dan As Sunnah tidak keluar dari tiga makna: Baca lebih lanjut

Dimana Allah? (Bag. 1) Penjelasan Umum Tentang Keberadaan Allah di Atas Langit

Pertanyaan:

Sebagian kaum muslimin berkeyakinan bahwasanya Allah –Subhanahu wa Ta’ala– ada dimana-mana bahkan ada yang meyakini bisa menyatu dengan mahluk. Kendati demikian ada juga yang tidak mengetahui dimana Allah. Mohon jelaskan keyakinan yang benar menurut Islam. Baca lebih lanjut