Pembatal Keislaman (Bag. 2) – Pembagian-Pembagian Kekafiran

Pembagian-pembagian Kekafiran

Kekafiran itu ada beberapa bagian atau beberapa jenis:

Yang pertama:Kufruttakdzib (Kekafiran Karena Mendustakan); yaitu ia meyakini bahwa para rasuul itu dusta. Ini seperti kafirnya Fir’auun yang mendustakan Nabii Muusaa ‘alaihissalaam. Dia dihukumi kaafir karenanya. Dalam Al Qur`an dikatakan,

“Dan mereka mengingkarinya karena kezhaliman dan kesombongannya, padahal diri-diri mereka meyakini (kebenaran)nya…” (Annaml: 14).

  Continue reading

Advertisements

Pembatal Keislaman (Bag. 1) – Kaidah-Kaidah Penting Seputar Pengkafiran

Tulisan-tulisan dengan judul ini merupakan ceramah Al Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi -حفظه الله-, yang kemudian kami transkrip. Semoga mendatangkan manfaat yang banyak kepada yang membacanya, dan semoga Allah memahamkan kita tentang permasalahan agama…

نواقض الإسلام

شيخ الإسلام محمد بن عبد الوهاب -رحمه الله تعالى

Pembatal Keislaman merupakan salah satu masalah penting di dalam syari’ah yang perlu diketahui oleh setiap muslim dan muslimah agar dia tidak terjatuh di dalam hal-hal yang bisa membatalkan keislamannya. Dalam menguraikan pembatal-pembatal keislaman ini, kita akan membaca sebuah risaalah ringkas yang ditulis oleh Asy Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhaab –رحمه الله- yang berjudul Nawaaqidhul Islaam.

Continue reading

[MP3] Biografi Hafidz bin Ahmad bin ‘Ali al Hakami -Rahimahullah-

Bismillah

Insya Allah ada banyak pelajaran yang bisa di contoh, semangat yang bisa ditiru, serta akhlak dan adab yang hendaknya kita jadikan pedoman dalam kisah hidup seorang ulama besar ummat ini. Silahkan disimak..

Pembicara: Al Ustadz Bashri Kamaluddin hafidzhahullah

Tema: Biografi Hafidz bin Ahmad bin ‘Ali al Hakami rahimahullahu ta’ala

Download pada link di bawah

Continue reading

[MP3] Kitabut Tauhid Sesi 1-5 | Semarang | 2012

dauroh tauhid semarangBismillaahirrahmaanirrahiim..

MATERI: Kitabut Tauhid
PEMATERI: Al Ustadz Dzulqarnain M Sunusi
LOKASI: Masjid Agung Simpang Lima Semarang

SESI 1
00:00 [min:sec]
Sambutan Kepada Panitia dan Peserta
05:21 [min:sec]
Penjelasan global tentang Kitabut Tauhid
Amal shalih diterima bila terpenuhi beberapa syarat
Jaminan Allah terhadap orang yang beramal shalih dan mempelajari Tauhid
Biografi ringkas penulis Kitabut Tauhid, Syaikh Muhammad at Tamimi -rahimahullah-
Klik disini untuk DOWNLOAD Sesi 1 bagian A
Continue reading

Makna dua kalimat Syahadat

Makna Dua Kalimat Syahadat
Penulis: Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

A. Makna Syahadat Laa Ilaaha Illallah

Yaitu beritikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala, mentaati hal tersebut dan mengamalkannya. La ilaaha menafikan hak penyembahan dari yang selain Allah, siapapun orangnya. Illallah adalah penetapan hak Allah semata untuk disembah.

Jadi kalimat ini secara ijmal (global) adalah, “Tidak ada sesembahan yang hak selain Allah.” Khabar Laa ilaaha illallah harus ditaqdirkan bihaqqin (yang hak), tidak boleh ditaqdirkan dengan maujud (ada). Karena ini menyalahi kenyataan yang ada, sebab Tuhan yang disembah selain Allah banyak sekali. Hal itu akan berarti bahwa menyembah tuhan-tuhan tersebut adalah ibadah pula untuk Allah. Ini tentu kebatilan yang nyata. Continue reading

Dampak Ketidaktahuan atas Tauhid kepada ALLAH

Penulis: Abdurrozzaq bin Thahir bin Ahmad Ma’

Tauhid menurut ulama Ahlu Sunnah wal Jamaah dapat dibagi menjadi tiga bagian, sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Imam Ibnu Abi al-‘Izz Radiyallahu ‘anhu., “Sesungguhnya tauhid itu mencakup 3 bagian, yaitu:
1. Tauhid yang menjelaskan sifat-sifat Allah (Asma’ dan Sifat ALLAH);

2. Tauhid Rububiyyah, yaitu tauhid yang menjelaskan bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala pencipta segala sesuatu; dan

3. Tauhid Uluhiyyah, yaitu tauhid yang menjelaskan bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.
Continue reading

Kenapa Harus Tauhid Dahulu?


Download .pdf

Asy Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam terhadap Rasulullah, pengikut dan para shahabatnya,

Waba’du:

Seorang penelpon telah meminta kepadaku (sebuah nasehat) dengan judul “Mengapa Tauhid dahulu?”
Ini menunjukkan bahwa si penelepon mengetahui bahwa sesungguhnya tauhid adalah pokok akidah Islam dan dasarnya serta syarat sah dan diterimanya.

Dia menyampaikan usulan tersebut untuk memahamkan orang yang belum memahami bahwa inilah kedudukan tauhid dalam Islam. Yaitu bahwa Tauhid Uluhiyah (meurnikan ibadah hanya kepada Allah) merupakan perintah seluruh Rasul –dari (Rasul) pertama Nuh ’alaihis shalatu was salam sampai (Rasul) terakhir Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam.
Continue reading